Jumat, 10 Desember 2010
The Best Leader for a Better Future
Kemudian saya tanya, hal apa saja yang membuat saya harus memilih partai tersebut dalam pemilu legislatif dan presiden BEM FE UNS kali ini. Jawaban yang terlontar darinya ternyata masih belum memuaskan rasa ingin tahu saya.
Esoknya, kebetulan diadakan debat capres BEM FE UNS. Kesempatan tersebut benar-benar saya manfaatkan untuk memuaskan rasa ingin tahu. Saya pun duduk di barisan paling depan. Saya ingin membuktikan omongan-omongan para pendukung partai ketika kampanye.
Ternyata, debat begitu seru tetapi sangat dangkal. Saya belum menemukan jawaban mengapa saya harus memilih salah satu dari mereka. Ketika debat, keduanya hanya saling menjatuhkan kelemahan satu sama lain. Sangat ironis, mendapati debat yang kurang bermutu di lingkungan yang akademis seperti ini.
Parahnya pula, calon presiden yang diunggulkan teman saya ini ternyata belum tahu, ketika beliau nanti yang memerintah akan dibawa kemana BEM FE UNS pada khususnya dan FE UNS pada umumnya. Okelah, dari segi idealis beliau memang menang dan terlihat meyakinkan. Tapi ketika ditanya lebih lanjut, beliau tidak bisa menjelaskan secara lebih rinci.
Menghela nafas sejenak….
Jadi, seperti ini kualitas pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia kelak. Memang cukup memprihatinkan. Saya pribadi mungkin juga masih perlu banyak belajar. Saya sendiripun mungkin belum bisa memimpin diri saya dengan baik. Tapi saya tak mau berputus asa. Masih banyak waktu dan kesempatan untuk belajar.
Semoga, siapapun nanti yang terpilih memang benar-benar mampu untuk menjadi pemimpin yang baik. Be wise for your vote, jangan pernah berindak apatis terhadap lingkungan
Rabu, 17 November 2010
imperfect world, never ever give up!
Ketika itupun kita saling bercerita mengenai kabar masing-masing. Ada yang sedang kasmaran, ada yang sedang mengalami kekecewaan, ada yang sibuk mengejar cita-citanya, benar-benar beragam.
Dari cerita-cerita tersebut, aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Ternyata kehidupan di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Setiap hidup yang dimiliki oleh seorang manusia pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Semua tergantung dengan usaha kita untuk membuat kekurangan itu menjadi suatu kelebihan yang bisa mendiferensiasikan pribadi kita dengan orang lain.
By the way, aku jadi ingat kata-kata eyangku. Kata beliau, “Kalau ada orang yang jahat sama kita terus kita juga balas berbuat jahat atau kalau ada orang yang baik sama kita terus kita juga balas berbuat baik itu namanya biasa, tapi kalau ada orang yang berbuat jahat terhadap kita lalu kita tetap bisa berbuat baik itu baru namanya luar biasa”. Kata-kata tersebut hingga kini masih sering kuingat, ya walaupun memang sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi aku mau belajar. Aku yakin, apa yang aku jalani saat ini merupakan proses yang sebetulnya indah dan pada suatu hari aku akan tersenyum untuk mengenangnya.
Seorang pembelajar sejati tak boleh menyerah
Kamis, 16 September 2010
Welcome Syawal, Goodbye Ramadhan T_T
Awal ramadhan, aku begitu sangat bersemangat untuk pergi ke masjid. Sholat tarawih berjamaah adalah ibadah favoritku. Entah kenapa, mungkin tarawih ini yang membedakan antara bulan ramadhan dan bulan-bulan selain itu. Aku perhatikan masjid di dekat rumahku pun mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dari area sholat yang diperluas hingga imam yang (aku rasa) juga bertambah kualitasnya. Semangat ini yang menjadi kekuatan bagiku untuk memenuhi beberapa target yang aku buat khusus di bulan ramadhan ini.
Selain itu, aku masih diberi kesempatan untuk bertemu sahabat-sahabatku. Mereka semua orang-orang hebat. Aku banyak sekali belajar dari mereka. Semua beban hidup terasa sangat ringan ketika bisa sharing bersama mereka. Rasanya aku tak rela, apabila suatu hari aku dijauhkan dari mereka.
Di pertengahan ramadhan, tak kusangka-sangka aku bertemu kembali dengan seseorang yang selama ini aku nanti. Rasanya campur aduk. Bahagia, takut, deg-degan semua melebur menjadi satu. Tetapi aku harus bersyukur. Aku masih didekatkan oleh Allah dengan orang yang aku sayang. Cukup membuat hati tenang.
Kemudian, di pertengahan ramadhan ini dimulai pula perkuliahanku di semester 3. Alhamdulillah, aku bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru lagi. Aku pun bisa bertemu dengan dosen-dosen yang menjadi idolaku. Guess what?! Aku menjadi ketua kelas dimana dosen yang mengampu itu dosen terfavoritku. Aku bahagia, karena waktu untuk berinteraksi dengannya otomatis akan semakin banyak, akupun bisa sering-sering berdiskusi dengannya. Benar-benar pengalaman dan tantangan baru untukku.
Fase terakhir di bulan ramadhan kuhabiskan untuk sering berkumpul dengan keluarga dan mengejar target. Aku bisa ikut membantu mamah memasak. Aku bisa ikut membantu mamah merapikan rumah. Aku bisa ikut membantu mamah memandikan adikku yang masih kecil. Aku bisa merasakan jadi ibu rumah tangga seperti apa (walaupun belum seutuhnya). Alhamdulillah, targetku pun bisa tercapai. Khatam Al-Qur’an di penghujung bulan ramadhan rasanya sangat puas sekali.
Kini, ramadhan telah usai. Aku benar-benar bersyukur karena masih dipertemukan bulan ramadhan, masih dipertemukan pula dengan orang-orang yang spesial dalam hidupku. Alhamdulillahirrobil’alamin, semoga kita selalu menjadi manusia yang lebih dan lebih baik lagi.
Amin.
CUAPCUAPCUAPCUAP
Saya sendiri adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Solo. Sedari kecil hingga sekarang, saya masih tetap bersekolah di Solo. Sempat terbesit keinginan untuk bisa sekolah di luar kota, tapi ibu tidak mengizinkan. Takdir pun berkata bahwa saya masih harus tetap bersekolah di Solo.
Setahun yang lalu, ketika saya masih kelas 3 SMA. Saya mempunyai cita-cita untuk bisa berkuliah di fakultas teknik. Akan tetapi, cita-cita itu pupus setelah ketika SNMPTN saya diterima di Fakultas Ekonomi. Tapi, lagi-lagi hal ini tidak membuat saya berkecil hati. Meskipun banyak orang disekitar saya yang meremehkan. Bahkan ayah saya sendiripun seperti itu. Sempat sedih, tapi saya akan membuktikan bahwa saya, walaupun bukan dari fakultas teknik atau fakultas kedokteran (seperti keinginan ayah saya), juga akan bisa meraih sukses melalui jalan ini. Alhamdulillah, ip saya hingga semester ini tetap bisa di atas 3,5. Semoga, hingga saya menyelesaikan kuliah akan bisa tetap mempertahankan prestasi. Karena hal tersebut, merupakan salah satu target saya ketika di awal perkuliahan.
Cita-cita dan mimpi-mimpi saya masih membara hingga saat ini. Saya merasa hidup menjadi lebih bermakna ketika mempunyai mimpi-mimpi itu. Semua impian saya harus bisa diwujudkan satu per satu. Alhamdulillah, saya diberikan oleh Allah lingkungan yang sangat mendukung untuk mewujudkan impian-impian tersebut. Terlepas dari semua kekurangan yang saya miliki.
Saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu. Entah itu dalam bentuk dukungan atau cercaan. Tapi semua itu saya anggap bantuan untuk membakar semangat. Semoga semua itu dibalas kebaikan yang setimpal dari Allah.
Kamis, 27 Mei 2010
Serasa Ingin Segera Berlari
Aku pun telah mempunyai teman-teman baru dengan beragam kepribadian dan latar belakang. Meskipun aku sempat merasakan perbedaan yang cukup signifikan, ketika aku masih SMA dulu dan ketika kini telah menjadi mahasiswa. Tapi dari semua yang aku dapatkan, aku mau belajar. Dari sini aku ingin mendapatkan apa yang aku inginkan.
Entah mengapa, ketika aku berada di kelas aku selalu mempunyai keinginan untuk menjadi dosen. Aku melihat dosen-dosenku sebagai orang yang berkualitas dan dapat selalu berkembang mengikuti zaman. Aku suka diskusi. Karena dari hal itu, aku bisa mendapatkan banyak hal yang mungkin tidak dapat aku ketahui ketika aku belajar sendiri. Tapi kadang, teman-temanku tak respek dengan apa yang ingin aku diskusikan.
Tapi dengan hal itu aku tak mau bersedih. Aku bisa menumpahkan semua yang aku rasakan dan aku rasakan lewat tulisan-tulisan ini. Dan aku ingin mewujudkan semua impian-impian yang pernah aku tuliskan ini.
Pagi ini, aku begitu bersemangat untuk beraktivitas. Meskipun uang di dompet menyesakkan dadaku, tapi aku tak mau menyerah dengan hal sekecil itu. Aku harus bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat agar aku bisa lebih dekat dengan impian-impianku tersebut. Tak peduli dengan banyak orang yang telah berusaha melumpuhkanku. Aku tak mau mengikuti sugesti mereka. Aku ingin membuktikan kepada mereka bahwa aku bisa.
Tak lupa aku selalu berdoa kepada Allah. Karena hanya kepadaNya aku dapat menggantungkan dan menyandarkan hidupku kepadanya.
Be brave, be strong, and be independent!
Rabu, 14 April 2010
Celoteh Hati
Menceriakan hariku tanpa melihat senyumanmu lagi.
Tak pernah kau tahu betapa sakitnya aku ketika kau pergi meninggalkanku.
Semakin sakit pula hati ini ketika mengetahui bahwa kau telah merencanakan dengan matang skenario pahit itu dalam hidupku.
Seketika itu aku baru sadar bahwa kau memang bukan terbaik untukku.
Semakin hari, semakin pudar penilaian baikku terhadapmu.
Sekarang biarkan aku untuk memulai lembaran baru dalam hidupku, tanpa dirimu lagi.
Biar saja kau pergi.
Aku tak akan pernah memanggilmu untuk kembali kepadaku lagi.
Apabila kita di beri kesempatan untuk bertemu, maka biar takdir yang membimbing.
Aku sudah tak sudi lagi berusaha untukmu.
Karena selalu hanya kecewa yang aku dapat.
Biarlah semua rasa sakit itu aku yang tahu.
Kau tak perlu tahu tentangku lagi.
Aku bisa menyelesaikannya sendiri.
Biar kau pergi dengan tenang, mencari semua apa yang kau inginkan.
Aku disini tak pernah mau membencimu.
Kita dipertemukan dengan cinta.
Dan aku ingin berpisah dengan damai.
Biar aku sekarang mendamaikan hatiku yang berkecamuk.
Setelah itu berdamai dengan hatimu yang telah membuatku terpuruk itu.
Semoga saja aku bisa.
Senin, 11 Januari 2010
My Dad is MY HERO!!!!
Papahku, seorang pahlawan hidupku!
Beliau seorang yang pendiam yang tegas. Dari dirinyalah aku banyak belajar bagaimana dunia ini bekerja. Sekeras apapun persaingan yang ada di dunia ini, aku harus sebisa mungkin untuk bertahan dan bisa menaklukannya. Itulah, hal yang sampai sekarang masih aku camkan lekat di hati dan pikiranku.
Pelajaran pertama kali yang aku dapat dari dirinya adalah mengenai kedisiplinan. Ketika kecil, aku benar-benar diatur menjadi apa yang Beliau kehendaki. Memang sangat otoriter (menurutku saat itu, sangat galak!). Tapi, aku baru menyadari bahwa yang Beliau tanamkan sejak kecil, sangat berguna untuk kehidupanku di masa depan.
Pukul 5 pagi, aku sudah dibangunkan untuk bersiap-siap ke sekolah. Badan ini rasanya sangat malas sekali, mana airnya sangat dingin. Tapi mau tak mau, aku harus mau, Papahku kalau marah, serem!
Oh, iya!
Setiap pagi, Papahku selalu mengantarku ke sekolah.
Pulang sekolah, aku langsung disuruh makan siang kemudian menyelesaikan semua PRku. Apabila sudah selesai, aku disuruh tidur siang. Tapi, kadang-kadang aku keluar dari rumah untuk bermain dengan teman-temanku, itu membuatku lebih tertarik. Sesampainya di rumah pun, tahu sendiri konsekuensi yang aku hadapi, Papahku marah. Kelihatan dari mimik mukanya, Beliau tak pernah mengomeliku, tapi dengan diam saja pun sudah membuatku ngeri.
Sore hari, ketika ba’da ashar, aku harus mengaji di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) terdekat. Jujur, ada ketakutan sendiri ketika aku berangkat mengaji. Karena, aku selalu disuruh menghapal surat-surat Al-Qur’an. Aku lemah dalam bidang ini, hingga naik Iqra’ pun diperlukan waktu bertahun-tahun dan harus puas dengan nilai Baik dan Cukup.
Setelah mengaji, sesampainya di rumah, aku disuruh sholat Maghrib lalu makan. Entah kenapa, pertama kali aku diajari sholat, aku dibiasakan untuk sholat Maghrib. Mungkin sholat Maghrib yang menjadi pembeda umat Islam dengan umat agama lainnya.
Sholat Maghrib kemudian makan. Itupun dibatasi jam nya, semakin lama aku makan, semakin lama pula belajarku akan usai. Pukul setengah 7, aku mulai belajar. Aku selalu diberi soal. Aku selalu di test. Apabila aku bisa menjawabnya dengan baik dan benar, maka aku akan mendapat hadiah, yang menurutku ‘sedikit kebebasan’.
Tetapi, sebenarnya dalam pengaturannya, Papahku sangat manusiawi. Ketika belajar, aku selalu diberi jeda istirahat untuk menonton film kesukaanku. Ketika hari libur tiba, Beliau sering mengajakku jalan-jalan. Dan ketika aku mendapat ranking di kelas, Beliau selalu memberiku hadiah.
Aku rindu masa-masa itu.
Kini aku sudah 18 tahun. Papahku sudah tak sekeras dulu lagi. Rambutnya kini sudah mulai beruban. Akupun sudah merasa dilepas dari ‘sangkar’ nya. Kini aku harus bisa mendisiplinkan diriku sendiri.
Kini aku harus membuktikan kepadanya, bahwa aku bisa seperti yang selalu Beliau harapkan selama ini. Aku janji Pah.
Dalam hati aku hanya bisa berkata, aku sayang Papah.
Jumat, 08 Januari 2010
Sebuah awal
Aku hanya ingin berekspresi. .berkreasi. .bebas menjadi apa yang aku inginkan =')
inspire me >.
-
A Daughter's Pain2 minggu yang lalu
-
Cerita Pernikahan di Awal Masa Pandemi Covid-195 tahun yang lalu
-
-
Resensi Buku "Andy Noya : Kisah Hidupku"9 tahun yang lalu
-
Surat Suara Tanpa Angka11 tahun yang lalu
-
7 characters @ kipp.org13 tahun yang lalu
-
INTRO.SPEK.SI. artwork exhibition13 tahun yang lalu
-
it's hard to say, so let's read my blog post :)