Senin, 11 Januari 2010

My Dad is MY HERO!!!!

Papahku, seorang pahlawan hidupku!

Beliau seorang yang pendiam yang tegas. Dari dirinyalah aku banyak belajar bagaimana dunia ini bekerja. Sekeras apapun persaingan yang ada di dunia ini, aku harus sebisa mungkin untuk bertahan dan bisa menaklukannya. Itulah, hal yang sampai sekarang masih aku camkan lekat di hati dan pikiranku.

Pelajaran pertama kali yang aku dapat dari dirinya adalah mengenai kedisiplinan. Ketika kecil, aku benar-benar diatur menjadi apa yang Beliau kehendaki. Memang sangat otoriter (menurutku saat itu, sangat galak!). Tapi, aku baru menyadari bahwa yang Beliau tanamkan sejak kecil, sangat berguna untuk kehidupanku di masa depan.

Pukul 5 pagi, aku sudah dibangunkan untuk bersiap-siap ke sekolah. Badan ini rasanya sangat malas sekali, mana airnya sangat dingin. Tapi mau tak mau, aku harus mau, Papahku kalau marah, serem!

Oh, iya! Ada satu hal yang membuatku bersemangat, biasanya Mamahku sudah menyiapkan berbagai bekal untukku, semua makanan yang aku senangi. Dan tentunya, secangkir susu yang tak aku suka.

Setiap pagi, Papahku selalu mengantarku ke sekolah.

Pulang sekolah, aku langsung disuruh makan siang kemudian menyelesaikan semua PRku. Apabila sudah selesai, aku disuruh tidur siang. Tapi, kadang-kadang aku keluar dari rumah untuk bermain dengan teman-temanku, itu membuatku lebih tertarik. Sesampainya di rumah pun, tahu sendiri konsekuensi yang aku hadapi, Papahku marah. Kelihatan dari mimik mukanya, Beliau tak pernah mengomeliku, tapi dengan diam saja pun sudah membuatku ngeri.

Sore hari, ketika ba’da ashar, aku harus mengaji di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) terdekat. Jujur, ada ketakutan sendiri ketika aku berangkat mengaji. Karena, aku selalu disuruh menghapal surat-surat Al-Qur’an. Aku lemah dalam bidang ini, hingga naik Iqra’ pun diperlukan waktu bertahun-tahun dan harus puas dengan nilai Baik dan Cukup.

Setelah mengaji, sesampainya di rumah, aku disuruh sholat Maghrib lalu makan. Entah kenapa, pertama kali aku diajari sholat, aku dibiasakan untuk sholat Maghrib. Mungkin sholat Maghrib yang menjadi pembeda umat Islam dengan umat agama lainnya.

Sholat Maghrib kemudian makan. Itupun dibatasi jam nya, semakin lama aku makan, semakin lama pula belajarku akan usai. Pukul setengah 7, aku mulai belajar. Aku selalu diberi soal. Aku selalu di test. Apabila aku bisa menjawabnya dengan baik dan benar, maka aku akan mendapat hadiah, yang menurutku ‘sedikit kebebasan’.

Tetapi, sebenarnya dalam pengaturannya, Papahku sangat manusiawi. Ketika belajar, aku selalu diberi jeda istirahat untuk menonton film kesukaanku. Ketika hari libur tiba, Beliau sering mengajakku jalan-jalan. Dan ketika aku mendapat ranking di kelas, Beliau selalu memberiku hadiah.

Aku rindu masa-masa itu.

Kini aku sudah 18 tahun. Papahku sudah tak sekeras dulu lagi. Rambutnya kini sudah mulai beruban. Akupun sudah merasa dilepas dari ‘sangkar’ nya. Kini aku harus bisa mendisiplinkan diriku sendiri.

Kini aku harus membuktikan kepadanya, bahwa aku bisa seperti yang selalu Beliau harapkan selama ini. Aku janji Pah.

Dalam hati aku hanya bisa berkata, aku sayang Papah.



0 komentar:

Posting Komentar

it's hard to say, so let's read my blog post :)

delingan syalala hore hore

delingan syalala hore hore
first time photo session, belum pada kenal tapi bisa seru banget! :DD

about me!

Foto saya
yeah! i'm complicated krupuk lover :*

Pengikut