Ramadhan tahun ini telah usai. Kini, dari Ramadhan telah berganti Syawal. Selalu saja ada cerita yang sangat berkesan. Pengalaman bersama keluarga, dan sahabat rasanya ingin sekali untuk diulangi kembali.
Awal ramadhan, aku begitu sangat bersemangat untuk pergi ke masjid. Sholat tarawih berjamaah adalah ibadah favoritku. Entah kenapa, mungkin tarawih ini yang membedakan antara bulan ramadhan dan bulan-bulan selain itu. Aku perhatikan masjid di dekat rumahku pun mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dari area sholat yang diperluas hingga imam yang (aku rasa) juga bertambah kualitasnya. Semangat ini yang menjadi kekuatan bagiku untuk memenuhi beberapa target yang aku buat khusus di bulan ramadhan ini.
Selain itu, aku masih diberi kesempatan untuk bertemu sahabat-sahabatku. Mereka semua orang-orang hebat. Aku banyak sekali belajar dari mereka. Semua beban hidup terasa sangat ringan ketika bisa sharing bersama mereka. Rasanya aku tak rela, apabila suatu hari aku dijauhkan dari mereka.
Di pertengahan ramadhan, tak kusangka-sangka aku bertemu kembali dengan seseorang yang selama ini aku nanti. Rasanya campur aduk. Bahagia, takut, deg-degan semua melebur menjadi satu. Tetapi aku harus bersyukur. Aku masih didekatkan oleh Allah dengan orang yang aku sayang. Cukup membuat hati tenang.
Kemudian, di pertengahan ramadhan ini dimulai pula perkuliahanku di semester 3. Alhamdulillah, aku bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru lagi. Aku pun bisa bertemu dengan dosen-dosen yang menjadi idolaku. Guess what?! Aku menjadi ketua kelas dimana dosen yang mengampu itu dosen terfavoritku. Aku bahagia, karena waktu untuk berinteraksi dengannya otomatis akan semakin banyak, akupun bisa sering-sering berdiskusi dengannya. Benar-benar pengalaman dan tantangan baru untukku.
Fase terakhir di bulan ramadhan kuhabiskan untuk sering berkumpul dengan keluarga dan mengejar target. Aku bisa ikut membantu mamah memasak. Aku bisa ikut membantu mamah merapikan rumah. Aku bisa ikut membantu mamah memandikan adikku yang masih kecil. Aku bisa merasakan jadi ibu rumah tangga seperti apa (walaupun belum seutuhnya). Alhamdulillah, targetku pun bisa tercapai. Khatam Al-Qur’an di penghujung bulan ramadhan rasanya sangat puas sekali.
Kini, ramadhan telah usai. Aku benar-benar bersyukur karena masih dipertemukan bulan ramadhan, masih dipertemukan pula dengan orang-orang yang spesial dalam hidupku. Alhamdulillahirrobil’alamin, semoga kita selalu menjadi manusia yang lebih dan lebih baik lagi.
Amin.
A Daughter's Pain
2 minggu yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar