Masih segar dalam ingatanku ketika kamu menjanjikan berbagai kebahagiaan untukku. Masih sering kurasa bagaimana perjuanganmu untukku. Tapi itu semua harus musnah begitu saja.
Aku yakin, kalau aku bisa menjaga hatiku untuk kamu maka kamu pun akan menjaga hatimu untukku. Tapi ternyata keyakinanku ini salah. Tempo hari, aku mendengar kabar bahwa dirimu sudah bersama dirinya. Kenyataan itu cukup mengguncangku. Hingga aku tak tahu harus berkata apa.
Rasanya tak percaya. Baru saja, kemarin kamu berkata apa dan hari ini kamu bertindak apa. Rasanya aku ingin mencercamu, meminta penjelasanmu. Tapi apa kamu peduli, karena kamu rasa kita memang sudah selesai.
Tapi tidak dengan aku. Apa kamu pernah merasa bahwa aku begitu tulus menyayangimu. Apa kamu merasa bahwa aku setia untuk menemanimu. Walaupun aku tahu, kita memang sedang dijauhkan. Namun, aku tetap bertahan pada keyakinanku. Dan apa yang pernah kamu katakan, itu yang jadi kekuatanku.
Aku percaya kamu.
Tapi, lihat. Baru saja apa yang sedang kamu perbuat. Baru tersadar bahwa selama ini hatimu bukan untuk aku. Baru tersadar bahwa selama ini kamu sembunyi dari aku. Aku benar-benar baru tersadar.
Hingga kini, aku tak pernah menyangka bahwa aku sudah terluka sedalam ini. Semuanya aku benar-benar baru tersadar. Rasanya pula usahaku untuk mempertahankan ini semua sia-sia begitu saja. Karena ternyata tak ada artinya untukmu.
Kamu tahu? Aku disini, di tempat persembunyianku. Aku mendoakanmu agar kamu bahagia bersamanya. Semoga kamu segera menemukan apa yang selama ini kamu cari. Semoga kamu baik-baik disana.
Inilah bukti yang selama ini kamu minta dariku. Bukti bahwa aku benar-benar menyayangimu. Bukti yang belum pernah aku buktikan kepadamu.
“Ya Allah, beri hambaMu ini kekuatan. Kuatkan aku untuk mengikhlaskannya. Semoga dia bahagia seperti Engkau membahagiakan aku di sini. Jagalah dia di sana. Semoga dia segera mendapatkan apa yang dia inginkan. Semua yang belum dia dapatkan dariku, semoga dia mendapatkan dari penggantiku.
Aku di tempat persembunyian ini, hanya cukup meminta kepadamu kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan untuk menghadapi ini. Tolong hamba, ya Allah.”
0 komentar:
Posting Komentar